BEKASI, NETRALNEWS.COM – Kota Bekasi, Jawa Barat, menghadapi tantangan besar dengan tingginya limbah plastik sekali pakai, terutama dari kemasan makanan yang kerap digunakan pelajar. Melalui program edukasi bertajuk "Bekal Sehat, Lingkungan Selamat", Tim Pengabdian Masyarakat Universitas Indonesia (UI) memberikan solusi sederhana namun efektif untuk mengatasi permasalahan ini. Pada Jumat (22/11/2024), sebanyak 38 siswa kelas 6B SDN 01 Bojong Rawalumbu, Bekasi, dengan antusias mengikuti pelatihan membawa bekal sehat yang digagas oleh tim yang dipimpin oleh Eva Latifah, Ph.D., Dosen Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Eva menjelaskan bahwa kebiasaan membawa bekal dari rumah tidak hanya membantu mengurangi limbah plastik hingga 16–18%, tetapi juga memastikan anak-anak mengonsumsi makanan sehat yang higienis. “Melalui program ini, kami ingin melatih siswa untuk lebih mandiri dan disiplin, sekaligus mendukung target SDGs 12 tentang produksi dan konsumsi berkelanjutan. Langkah kecil seperti membawa bekal sehat dapat memberikan dampak besar, baik bagi lingkungan maupun kesehatan anak-anak,” ujar Eva di sela kegiatan. Program dimulai dengan workshop edukasi yang mengupas fakta tentang dampak limbah plastik terhadap lingkungan. Siswa juga diajarkan cara membuat bekal sehat yang menarik dan menggunakan wadah yang dapat digunakan kembali (reuse). “Kami menginginkan siswa memahami bahwa membawa bekal sehat itu mudah, hemat, dan menyenangkan,” tambah Eva. Tidak hanya itu, kegiatan dilanjutkan dengan simulasi interaktif untuk menghitung penghematan biaya dengan membawa bekal dibandingkan membeli jajanan. Dalam simulasi ini, siswa aktif mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi. Langkah ini, menurut Eva, merupakan cara menyenangkan untuk membangun kebiasaan ramah lingkungan sejak dini. Abdul Munir, Kepala SDN 01 Bojong Rawalumbu, menyambut baik inisiatif ini. “Kami sangat mengapresiasi program ini karena tidak hanya mendidik siswa untuk peduli lingkungan, tetapi juga mempromosikan pola hidup sehat. Harapan kami, kebiasaan membawa bekal ini dapat menjadi budaya yang terus diterapkan di rumah dan sekolah,” katanya. Selain membantu mengurangi limbah plastik, kebiasaan ini juga berkontribusi pada penghematan pengeluaran keluarga. Dengan membawa bekal sendiri, siswa dapat mengurangi ketergantungan pada makanan cepat saji yang tidak hanya mahal tetapi juga kurang sehat. Eva optimistis gerakan ini dapat menciptakan perubahan perilaku yang signifikan di kalangan siswa dan keluarganya. Dengan kolaborasi yang melibatkan Direktorat Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat UI, Labtek Apung, PT Pertamina Hulu Rokan, dan PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRM), program ini diharapkan mampu menjadi langkah awal dalam membangun generasi muda yang peduli lingkungan dan kesehatan. “Langkah sederhana seperti membawa bekal sehat bisa menjadi kebiasaan berkelanjutan yang tidak hanya mendukung pengurangan limbah plastik, tetapi juga menciptakan generasi baru yang lebih peduli terhadap lingkungan,” tegas Eva.