PADANG - Penggunaan layanan kereta api lokal oleh warga negara asing (WNA) di Sumatera Barat menunjukkan tren peningkatan. PT KAI Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat sebanyak 5.427 pelanggan WNA telah menggunakan layanan tersebut hingga Agustus 2026. Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat Reza Shahab mengatakan jumlah tersebut meningkat 6,70 persen dibandingkan periode Januari–Agustus 2025 yang mencatat 5.086 pelanggan WNA. Menurut Reza, perkembangan tersebut menunjukkan kereta api lokal semakin menjadi salah satu pilihan mobilitas bagi WNA selama berada di Sumatera Barat. Selain menghubungkan berbagai kawasan, layanan kereta api juga memberikan akses menuju sejumlah wilayah yang memiliki potensi pariwisata, ekonomi, dan aktivitas masyarakat. "Secara historis, jumlah pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar juga mengalami perkembangan yang signifikan berdasarkan data rekapitulasi dari tahun ke tahun," ujar Reza. Berdasarkan catatan tahunan, jumlah pelanggan WNA pada 2022 mencapai 1.007 orang. Angka tersebut kemudian meningkat menjadi 4.225 pelanggan pada 2023 atau tumbuh 319,57 persen. Kenaikan berlanjut pada 2024. Jumlah pelanggan WNA pada tahun tersebut mencapai 10.169 orang, bertambah 140,69 persen dibandingkan 2023. Sementara itu, sepanjang 2025 jumlah pelanggan WNA tercatat sebanyak 6.997 orang. Dengan capaian 5.427 pelanggan hingga Agustus 2026, jumlah tersebut telah mencapai sekitar 77,56 persen dari total pelanggan WNA selama 2025. Angka tersebut tercatat dalam delapan bulan pertama tahun ini sehingga masih terdapat empat bulan periode pencatatan hingga akhir 2026. Reza mengatakan pertumbuhan pengguna WNA menjadi dorongan bagi KAI Divre II Sumatera Barat untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan mutu pelayanan secara berkelanjutan. KAI berkomitmen menghadirkan perjalanan yang aman, nyaman, mudah, dan inklusif bagi seluruh pelanggan, tanpa membedakan latar belakang maupun kewarganegaraan. Pertumbuhan pengguna WNA juga tidak hanya terkonsentrasi di satu stasiun. Hingga Agustus 2026, peningkatan jumlah pelanggan tercatat di sejumlah stasiun yang berada dalam wilayah operasional KAI Divre II Sumatera Barat. Stasiun Padang, misalnya, mencatat kenaikan dari 1.071 pelanggan pada Januari–Agustus 2025 menjadi 1.338 pelanggan pada periode yang sama 2026 atau tumbuh 24,93 persen. Pada periode yang sama, jumlah pelanggan WNA di Stasiun Pariaman meningkat dari 560 menjadi 679 pelanggan atau tumbuh 21,25 persen. Sementara itu, Stasiun Air Tawar mencatat kenaikan dari 421 menjadi 443 pelanggan atau tumbuh 5,23 persen. Sejumlah stasiun dengan basis pelanggan yang lebih kecil justru mencatat pertumbuhan persentase lebih tinggi. Stasiun Kuraitaji naik dari 79 menjadi 154 pelanggan atau tumbuh 94,94 persen, sedangkan Stasiun Kayutanam meningkat dari 44 menjadi 78 pelanggan atau tumbuh 77,27 persen. Stasiun Sicincin mencatat pertumbuhan paling tinggi dalam daftar tersebut, yakni dari 25 menjadi 78 pelanggan atau meningkat 212 persen. Jika diakumulasikan sejak 2022 hingga Agustus 2026, Bandara Internasional Minangkabau (BIM) menjadi stasiun dengan jumlah pelanggan WNA terbanyak, yakni 10.229 pelanggan. Setelahnya terdapat Stasiun Padang dengan 5.681 pelanggan, Stasiun Pariaman sebanyak 2.889 pelanggan, dan Stasiun Air Tawar sebanyak 1.861 pelanggan. Khusus selama Januari–Agustus 2026, BIM melayani 1.345 pelanggan WNA, sedangkan Stasiun Padang mencatat 1.338 pelanggan. Jika digabungkan, kedua stasiun tersebut berkontribusi 49,45 persen terhadap total pelanggan WNA KAI Divre II Sumbar hingga Agustus 2026. Adapun lima stasiun dengan jumlah pelanggan WNA terbanyak pada periode Januari–Agustus 2026 terdiri atas BIM, Padang, Pariaman, Air Tawar, dan Pasar Alai. Kelima stasiun itu secara keseluruhan melayani 4.050 pelanggan WNA atau sekitar 74,63 persen dari total pelanggan WNA. Reza menjelaskan keberadaan stasiun yang terkoneksi dengan kawasan perkotaan, pusat kegiatan masyarakat, serta akses menuju destinasi wisata menjadi salah satu faktor penting dalam menunjang mobilitas WNA di Sumatera Barat. Menurut dia, konektivitas tersebut turut berperan dalam mendukung perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian di wilayah Sumatera Barat.