BANJARNEGARA, NETRALNEWS - Proyek revitalisasi SD Negeri 1 Sigeblog di Kecamatan Banjarmangu, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjadi sorotan. Pengerjaan proyek senilai ratusan juta rupiah yang bersumber dari APBN TA 2026 ini disinyalir menggunakan material tidak sesuai spesifikasi teknis, serta mengabaikan prinsip transparansi dan keselamatan kerja. Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek ini menelan anggaran sebesar Rp 637.316.000 dengan sistem pengerjaan swakelola. Masa pengerjaan dijadwalkan selama 120 hari kalender, terhitung sejak 7 Agustus hingga 31 Desember 2026, dengan pengerjaan tujuh ruangan. Namun, pantauan di lokasi, Jumat (2/10/2026), menunjukkan indikasi kejanggalan dalam pelaksanaan proyek yang seharusnya memprioritaskan mutu. Dalam pelaksanaan sistem swakelola, kualitas fisik bangunan semestinya menjadi prioritas utama karena tidak berorientasi pada pengerukan keuntungan. Namun, pengerjaan di SDN 1 Sigeblog justru disinyalir menggunakan bahan baku pasir dan semen yang diduga tidak sesuai spesifikasi teknis (spektek). Saat dikonfirmasi, mandor proyek, Sakim, mengklaim bahwa penggunaan material tersebut hanya bersifat sementara akibat kendala pasokan. "Biasanya menggunakan semen Tiga Roda, tetapi lagi kehabisan jadi pakai yang ada," kata Sakim di lokasi proyek. Meski demikian, penelusuran di area pengerjaan tidak menemukan satupun kantong semen bekas merek yang disebutkan oleh mandor. Sakim menambahkan bahwa pengerjaan proyek kini telah memasuki progres minggu ke-5 atau sekitar 60 persen dari total target pengerjaan.