CIREBON - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau pelaksanaan revitalisasi SDN 1 Kedungjaya di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Proyek yang mendapat dukungan anggaran pemerintah sebesar Rp1,8 miliar tersebut ditargetkan selesai pada Desember 2026. Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, Mu’ti menjelaskan bahwa SDN 1 Kedungjaya merupakan hasil penggabungan dua sekolah dasar. Dana revitalisasi digunakan untuk membangun dan memperbaiki 12 ruang kelas, dua ruang administrasi, satu perpustakaan, serta sembilan unit toilet. Menurut dia, progres pembangunan saat ini telah mencapai sekitar 40 persen dan diharapkan dapat diselesaikan dalam dua bulan ke depan. “Ini adalah penggabungan dari dua SD yang di-merger, yang mudah-mudahan dengan revitalisasi ini sarana pembelajaran bisa lebih representatif dan lebih baik lagi,” ujar Mu’ti. Ia menjelaskan bahwa pembangunan dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan kepala sekolah, masyarakat setempat, serta Panitia Pembangunan Sekolah. Selama proses revitalisasi berlangsung, kegiatan belajar mengajar sementara dipindahkan ke gedung serbaguna desa dan madrasah agar aktivitas pendidikan tetap berjalan. Mu’ti kembali menegaskan bahwa program revitalisasi sekolah dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan satuan pendidikan yang mengalami kerusakan berat. “Kami tetap memprioritaskan sekolah yang rusak berat,” katanya. Di Kabupaten Cirebon, jumlah sekolah yang menjadi sasaran revitalisasi pada Tahun Anggaran 2026 meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Program tersebut mencakup 190 sekolah dari jenjang PAUD, SD, SMP, hingga SMA dengan total anggaran sebesar Rp114,4 miliar. Sementara itu, pada 2025, revitalisasi satuan pendidikan di daerah tersebut menyasar 59 sekolah dengan dukungan anggaran Rp63,1 miliar. Pada kesempatan yang sama, Kepala SDN 1 Kedungjaya Lilis Mariyam menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Pemerintah Kabupaten Cirebon atas bantuan revitalisasi yang diberikan. Menurut Lilis, program tersebut sangat membantu peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, terutama setelah penggabungan dua sekolah menjadi SDN 1 Kedungjaya. “Kami sangat berterima kasih atas bantuan revitalisasi ini. Program ini menjadi dukungan yang sangat berarti bagi sekolah kami untuk menyediakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan representatif bagi peserta didik dan para guru,” ujarnya. Ia juga mengapresiasi pelaksanaan proyek secara swakelola yang melibatkan sekolah, masyarakat, dan Panitia Pembangunan Sekolah. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak tersebut memperkuat rasa kebersamaan dan tanggung jawab dalam proses pembangunan. “Pelaksanaan secara swakelola memberikan kesempatan kepada sekolah dan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam proses revitalisasi. Kami berharap pembangunan dapat berjalan dengan lancar, sesuai ketentuan, dan selesai tepat waktu sehingga sarana yang dibangun dapat segera dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung kegiatan pembelajaran,” kata Lilis.