BANJARNEGARA, NETRALNEWS.COM – Masyarakat Indonesia saat ini dipertontonkan drama politik oleh pemerintah setelah langkah mengejutkan diambil Prabowo Subianto dengan melantik beberapa anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres). Panggung politik nasional seolah menjadi sebuah kisah yang mengundang perhatian ketika seorang akademisi sekaligus pengamat yang selama ini dikenal vokal melontarkan kritik tajam terhadap pemerintah, Rocky Gerung, dilantik secara resmi sebagai anggota Wantimpres oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara bersama sejumlah tokoh lainnya, seperti Anwar Usman, Jumat (2/10/2026). Bergabungnya tokoh yang lekat dengan label oposisi tersebut sontak memicu perbincangan luas di berbagai kalangan masyarakat dan pemerhati politik. Berbagai pertanyaan publik, terutama di media sosial, muncul terkait keputusan Rocky Gerung merapat ke dalam gerbong kekuasaan. Keputusan tersebut dianggap tidak sesuai dengan pernyataannya selama ini yang dikenal kritis dan kerap menyuarakan pandangan intelektual. Namun, bukan Rocky Gerung namanya jika tidak dapat menjawab dengan kata-kata khasnya. Dengan santai, dirinya memberikan respons yang menyiratkan ketegasan sikap. Dengan nada retoris, Gerung menyambut pertanyaan para wartawan dan publik tersebut dengan balik bertanya mengenai alasan dirinya harus menolak jabatan itu. Bagi Rocky, masuk ke dalam struktur Istana tidak otomatis mereduksi atau melunturkan independensi serta karakter kritis yang telah ia bangun selama bertahun-tahun. Dirinya justru memandang posisi barunya di Dewan Pertimbangan Presiden sebagai instrumen strategis untuk menggerakkan roda pemerintahan. Menurutnya, fungsi utama Wantimpres disesuaikan dengan kapasitas kritis, yakni memberikan masukan, koreksi, pertimbangan, serta pandangan substantif terhadap setiap arah kebijakan yang diambil oleh Presiden. Pelantikan Rocky Gerung bersama sejumlah tokoh nasional lainnya dalam jajaran Wantimpres era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto ini menandai babak baru dinamika politik Indonesia. Publik kini membayangkan bagaimana manifestasi konkret dari "kritik dari dalam" yang diusung oleh para pengamat ketika dirinya harus berhadapan langsung dengan rumitnya perumusan kebijakan negara di tingkat eksekutif. Bahkan, sejumlah netizen beranggapan bahwa Rocky Gerung saat ini mendapatkan "jatah kue" setelah dianggap merapat kepada penguasa. Pasalnya, dengan dilantik menjadi Wantimpres, dia disebut mendapatkan gaji sekitar Rp75,5 juta per bulan serta fasilitas mewah setingkat menteri.