PEMALANG, NETRALNEWS.COM – Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi kursi birokrasi tertinggi di Kabupaten Pemalang mulai menemui titik terang. Panitia Seleksi Terbuka JPT Pratama secara resmi mengumumkan tiga besar kandidat Sekretaris Daerah (Sekda) yang lolos seleksi kompetitif tahun 2026. Melalui pengumuman resmi Nomor 24/IPTP-SEKDA/2026 yang ditetapkan di Semarang pada Rabu (4/3/2026), tiga nama ASN terbaik yang kini direkomendasikan kepada Bupati Pemalang adalah: Drs. Ahmadsy Stiawan Widatmojo, AP., M.M. (Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pemalang) Drs. Andri Adi, M.Si. (Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Pemalang) Bagus Sutopo, S.STP., MAP. (Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pemalang) Keputusan hasil seleksi ini bersifat final dan tidak dapat diganggu gugat. Kini, hak prerogatif pemilihan berada di tangan Bupati Pemalang selaku Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) untuk menentukan satu nama definitif. Momentum Emas Reformasi Birokrasi Praktisi hukum Dr.(c) Imam Subiyanto, S.H., M.H., CPM menilai pemilihan Sekda kali ini adalah momentum krusial bagi Pemkab Pemalang untuk memperkuat tata kelola pemerintahan. Menurutnya, posisi Sekda adalah pilar utama stabilitas daerah."Sekretaris Daerah itu jantungnya birokrasi. Jika jantungnya sehat, koordinasi kebijakan dan disiplin administrasi akan berjalan optimal. Karena itu, merit system harus benar-benar ditegakkan tanpa kompromi," tegas Imam Subiyanto saat memberikan tanggapan hukumnya. Mencari "Lokomotif Perubahan" Lebih lanjut, Imam menekankan bahwa tantangan birokrasi ke depan kian kompleks, mulai dari akuntabilitas anggaran hingga transparansi pelayanan publik. Ia berharap Bupati tidak terjebak pada kepentingan politik praktis dalam memilih kandidat."Pemalang tidak butuh sekadar pejabat administratif, tapi seorang lokomotif perubahan. Figur terpilih nanti wajib memastikan birokrasi yang responsif, transparan, dan benar-benar bersih dari praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN)," tambahnya. Harapan besar kini tertumpu pada keputusan objektif Bupati Pemalang. Masyarakat menantikan sosok Sekda yang memiliki rekam jejak matang dan komitmen kuat terhadap tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) demi kemajuan daerah.