JOMBANG Dalam forum Sidang Pleno III Muktamar ke-35 NU yang berlangsung di Gedung Serbaguna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, sebanyak 73 persen muktamirin secara resmi menyepakati perubahan mekanisme pemilihan Ketua Umum PBNU untuk masa bakti 2026–2031. Melalui proses penghitungan suara yang rampung pada Ahad (30/6/2026) dini hari, mayoritas utusan cabang dan wilayah memilih untuk menghentikan model pemilihan langsung oleh muktamirin. Sebaliknya, penetapan Ketua Umum PBNU kini dikembalikan melalui mekanisme penunjukan dan keputusan tim Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) bersama kiai-kiai sepuh. Prosesi perhitungan tabulasi akhir ini diputuskan dalam sidang Pleno V yang dipimpin Prof M Nuh. Setelah membuka sidang diadakan prosesi pamitan PBNU baik dari Ketum PBNU ,KH Yahya Cholil Staquf , Rais Am KH Miftachul Akhyar dan bersambung saling bersalaman kembali seluruh jajaran pengurus PBNU penuh keharuan, kekompakan,kebersamaan. Selepas itu pemilihan dan penetapan Ahlu Wali Wal Ahwa (AHWA), Agenda kedua Sidang Pleno V. Hasil Akhwat yang sudah ditabulasi untuk diumumkan, terpilih sembilan Ahwa hasil Muktamar 35. Usulan-usulan tersebut telah ditabulasi untuk menentukan 9 nama ulama yang memperoleh suara paling tinggi. Hasilnya, Pengasuh PP Al Falah Ploso KH Nurul Huda Djazuli menduduki posisi pertama. Kiai Djazuli meraup 485 suara. Disusul Rais Syuriah PWNU Aceh TGK KH Nuruzzahri Yahya atau Waled NU 477 suara, Pengasuh PP An Nahdlah Makassar AG KH Baharuddin HS 392 suara, Rais Aam PBNU 2021-2026 KH Miftachul Akhyar 350 suara, Ahli Fikih dari PP Salafiyah Syafi'iyah Sukorejo KH Afifuddin Muhajir 339 suara. Kemudian Ketum MUI dan Pengasuh PP Al Amien KH Anwar Iskandar meraup 326 suara, Pengasuh PP Lirboyo KH Anwar Manshur 303 suara, Mantan Ketum PBNU yang saat ini menjadi Mustasyar PBNU KH Said Aqil Siradj 273 suara, serta Pengasuh PP Al Muhajirin Purwakarta KH Abun Bunyamin 268 suara. Tim Sembilan AHWA yakni KH Nurul Huda Jazuli, TGKH Nuruzahri Yahya, AG KH Baharudin HS,MA KH Miftachul Akhyar,, Dr. KH Afifudin Muhajir, Dr KH Abun Bunyamin, KH Anwar Manshur dan KH Said Aqil Siradj akan berembuk menyepakati Rais Am dan menunjuk Mandataris Muktamar atau ex officio Ketum PBNU 2026-2031. (***) Aji Setiawan