BOGOR, NETRALNEWS.COM - Upaya penguatan nilai kebangsaan di era digital terus digalakkan bagi generasi muda. Yayasan Haji Agus Salim bekerja sama dengan Senator Jihan Fahira menggelar sosialisasi 4 Pilar Bangsa yang diikuti oleh sekitar 160 siswa di SMA Boarding School Ibnu Aqil Bogor pada Minggu 14 Desember 2025. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Raya Laladon Nomor 53 Ciomas ini mengusung tema khusus yaitu Pancasila di Ujung Jari Melawan Hoaks dan Cyberbullying. Tema ini dipilih sebagai respon terhadap tantangan komunikasi di media sosial yang semakin kompleks bagi kalangan pelajar. Ketua Harian Yayasan Haji Agus Salim Hj Saidah Hilmiyah S Pd I M M menyampaikan bahwa pengenalan nilai 4 pilar di tingkat SMA merupakan langkah nyata dalam membentuk pribadi anak bangsa. Menurutnya kegiatan ini diharapkan mampu mencetak profil pelajar Pancasila yang memiliki karakter kuat dan memahami jati diri bangsanya. Hadir dalam acara tersebut Senator Jihan Fahira yang memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme para siswa. Beliau mengaku bangga melihat rangkaian acara yang tersusun dengan sangat baik di SMA Ibnu Aqil. Senator Jihan menyatakan bahwa kehadirannya bersama tim bertujuan untuk membagikan ilmu serta pengalaman yang diharapkan dapat diterapkan siswa dalam aktivitas sehari-hari dengan tetap menjunjung tinggi nilai kebangsaan. Acara ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting sebagai tamu kehormatan antara lain Ketua Dewan Pembina Yayasan Haji Agus Salim Bogor Abi KH Agus Salim S. Sos, M.M., serta Kepala Sekolah SMA Boarding School Ibnu Aqil Hidmatullah, SE, M. Pd., yang juga memberikan sambutan. Rangkaian kegiatan dipandu oleh Muhammad Rama Dwi Putra sebagai pembawa acara dengan lagu kebangsaan yang dipimpin oleh dirigen Adenia Syafira. Adapun materi utama mengenai penguatan 4 pilar disampaikan oleh H. M. Salim Faroghy, S. Pd., yang menekankan pentingnya menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila dalam menghadapi arus informasi di dunia maya. Melalui kegiatan ini para siswa diharapkan tidak hanya memahami teori kebangsaan tetapi juga mampu menjadi garda terdepan dalam melawan penyebaran berita bohong dan perundungan siber di lingkungan sekolah maupun masyarakat.