PADANG, NETRALNEWS.COM - Universitas Negeri Padang (UNP) pada Kamis 31 Juli 2025 di Singgalang Ballroom UNP Hotel and Convention menghelat sebuah event penting bagi kajian sejarah Indonesia. UNP melalui Fakultas Ilmu Sosial (FIS) khususnya Departemen Sejarah mendapat amanah besar dari Kementerian Kebudayaan untuk mengupas draf buku Sejarah Indonesia. Dr. Aisyah, M.Pd kepala Departemen Sejarah menuturkan "Lebih kurang kita mengundang 200 peserta diskusi publik ini. Mulai dari pejabat daerah, perguruan tinggi, lembaga dan asosiasi profesi, media, komunitas, dan pemerhati sejarah. Ditambah dengan tim penulis, editor umum dan editor jilid. Sebuah acara penting dan bersejarah. Acara serupa telah diadakan di dua lokasi, dan UNP menjadi tempat ke tiga" tutupnya. Dalam sambutanya Rektor Universitas Negeri Padang Dr. Ir. Krismadinata, S.T. M.T menyampaikan ucapan terimakasih atas dipercayakannya UNP sebagai pelaksana acara nasional ini. Ia juga menyampaikan harapan "Semoga hasil kajian dan penulisan sejarah Indonesia memberi angin segar untuk dimunculkannya tokoh-tokoh dan peristiwa penting yang selama ini masih belum terekspos. Sementara itu Menteri Kebudayaan Dr. Fadli Zon, M. Sc melalui video sambutan manyampaikan "Penulisan buku sejarah adalah sesuatu hal yang umum dan wajar dilakukan. Kita berharap buku ini akan menjadi momen penting dalam menyambut 80 tahun Indonesia Merdeka". Dalam sesi penjelasan Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum menegaskan "Para pemikir telah mengungkapkan bahwa setiap generasi berhak menulis sejarahnya, jadi berbagai tanggapan terhadap usaha penulisan ini sebenarnya dapat diartikan sebagai kecintaan masyarakat terhadap sejarah bangsanya. Penulisan ulang ini adalah hal lumrah dalam dunia akademis sejarah. Adanya penemuan baru, literatur baru dan hasil penelitian terbaru bisa menjadikan kajian itu harus diperbaharui". Prof Singgih Tri Sulistiyono. M. Hum ikut menyampaikan "Penulisan sejarah Indonesia mengalami beberapa fase perkembangan. Mulai dari penelitian bersifat Belanda sentris, kemudian pasca kemerdekaan berubah pada sudut pandang Indonesia sentris. Namun kemudian kajian Indonesia sentris ini mendapat kritikan keras sekitar tahun 2000-an. Setelah menganalisa berbagai sumber dan cara sudut pandang ini maka kajian buku sejarah 2025 ini menempuh jalan metodologis sejarah komplit, nasionalis, pancasila, dan keutuhan bangsa". Acara yang dimulai dari jam 08.00 sampai jam 13.00 WIB ini berlangsung dengan penuh semangat. Berbagai sajian dari penulis dan editor diikuti oleh seluruh peserta. Bahkan semangkin menjadi saat sesi tanya jawab dilalukan. Ada harapan, masukan, dan kritikan untuk kesempurnaan buku ini. UNP, Fakultas Ilmu Sosial dan Departemen Sejarah telah sukses menggelar acara ini. Berbagai harapan besar tertumpang pada Buku Sejarah Indonesia 2025 ini. Semoga menghasilkan buku dengan kajian mendalam, menyeluruh, mengakomodir kajian sejarah lokal, mempersatukan dan memberi pelajaran bagi nilai nasionalisme dan keindonesiaan.