LAMPUNG TIMUR, NETRALNEWS.COM — Warga Desa Braja Dewa, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, mengeluhkan kondisi jaringan listrik di wilayah mereka. Meski aliran listrik telah masuk sejak sekitar tahun 2000, hingga kini sejumlah kabel listrik masih bertopang pada pohon dan bambu. Kondisi tersebut dikeluhkan warga RT 004, Dusun 1, Desa Braja Dewa. Selain belum tersedianya tiang listrik yang memadai, warga juga mengeluhkan daya listrik yang kerap turun, terutama saat penggunaan listrik meningkat pada sore hingga malam hari. Salah satu warga, Solikin, mengatakan aliran listrik telah masuk ke wilayah tersebut sejak tahun 2000. Namun, menurut dia, hingga kini belum terdapat gardu maupun tiang listrik yang memadai untuk menopang jaringan. “Kayak gini lo, Mas. Listriknya itu, satu belum ada tiang, dua dayanya kurang,” jelas Solikin, Selasa (29/9/2026). Ia mengatakan kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas warga. Saat penggunaan listrik meningkat sekitar pukul 18.00 WIB, tegangan listrik di rumah warga menjadi turun. Akibatnya, sejumlah aktivitas rumah tangga yang membutuhkan daya listrik tidak dapat dilakukan secara optimal. Salah satunya ketika warga hendak memasak nasi, sehingga harus menggunakan kompor maupun tungku kayu bakar secara manual. Solikin menuturkan, jaringan listrik yang ada saat ini pada awalnya dibangun secara swadaya oleh warga sekitar tahun 2000. “Dulu. Dipasang mandiri,” ujarnya. Warga sebelumnya juga disebut telah menyampaikan permohonan secara resmi melalui pemerintah desa. Namun, hingga kini permintaan tersebut belum mendapatkan tindak lanjut berupa pembangunan gardu maupun pemasangan tiang listrik. Menanggapi keluhan tersebut, Team Leader Teknik PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Sribhawono, Adi Abdul Aziz, mengatakan pihaknya belum menerima laporan terkait kondisi jaringan listrik di Desa Braja Dewa. Ia menjelaskan, apabila laporan telah diterima, PLN akan menindaklanjutinya dengan melakukan pengecekan ke lapangan. Menurutnya, terdapat mekanisme yang harus ditempuh sebelum PLN melakukan penanganan, salah satunya pengajuan proposal dari pemerintah desa kepada PLN. “Kita turun ke lapangan. Setelah ada proposal masuk ke PLN kita, langsung meninjau. Kita survei kebutuhannya apa, setelah ada proposal,” jelasnya. PLN selanjutnya akan melakukan survei untuk mengetahui kebutuhan di lapangan, termasuk kondisi jaringan dan fasilitas kelistrikan yang diperlukan. Warga berharap pengajuan terkait pembangunan gardu dan tiang listrik tersebut dapat segera ditindaklanjuti. Dengan demikian, jaringan listrik di wilayah mereka dapat lebih aman dan pasokan listrik tidak lagi mengalami penurunan tegangan saat beban penggunaan meningkat.