JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Sigma semakin memperkuat posisinya di dunia fotografi dan videografi dengan menghadirkan sembilan kamera mirrorless terbaru di tahun 2026. Brand asal Jepang ini dikenal dengan lensa Art Series yang legendaris, namun kini Sigma juga semakin serius mengembangkan kamera mirrorless dengan performa tinggi. Kehadiran generasi terbaru ini menjawab kebutuhan videografer modern yang mengutamakan kualitas optik, fleksibilitas, dan teknologi mutakhir. Model pertama yang paling banyak dibicarakan adalah Sigma fp III, penerus dari fp II yang populer. Kamera ini hadir dengan sensor full-frame 40 MP, prosesor gambar terbaru, dan kemampuan merekam video 8K RAW. Dengan desain compact, fp III menjadi pilihan utama bagi videografer yang membutuhkan perangkat ringan namun bertenaga. Selain itu, Sigma juga merilis Sigma fp III-L, varian dengan mount L yang kompatibel dengan lensa Leica dan Panasonic. Kamera ini menawarkan fleksibilitas tinggi bagi pengguna yang sudah memiliki ekosistem L-Mount. Untuk segmen premium, hadir Sigma fpX Pro 2026, kamera dengan sensor full-frame 50 MP, sistem stabilisasi 5-axis, dan fitur AI untuk pengolahan warna. Kamera ini mendukung perekaman video 8K 60fps, menjadikannya perangkat ideal bagi filmmaker profesional. Sigma juga memperkenalkan Sigma fpX Cine Edition, varian khusus untuk videografi dengan desain modular, sistem pendingin aktif, dan dukungan rekaman 12-bit RAW. Kamera ini ditujukan bagi studio film maupun kreator konten yang membutuhkan kualitas sinematik. Tidak ketinggalan, Sigma fp Compact 2026 hadir sebagai varian entry-level dengan sensor APS-C 28 MP, RAM internal untuk buffer video, dan harga lebih terjangkau. Kamera ini cocok untuk pelajar maupun videografer pemula. Selain itu, Sigma fp Hybrid 2026 menawarkan kombinasi fotografi dan videografi dengan sensor stacked CMOS, autofocus generasi baru, dan dukungan lensa Sigma Art Series. Kamera ini menjadi favorit bagi kreator konten yang membutuhkan perangkat serbaguna. Untuk segmen profesional, hadir Sigma fp Studio 2026, kamera dengan layar besar 4 inci, sistem audio XLR bawaan, dan dukungan rekaman multi-track. Kamera ini dirancang khusus untuk produksi studio dan dokumentasi profesional. Sigma juga merilis Sigma fpX Lite, varian hemat dengan sensor APS-C 24 MP, video 4K 120fps, dan harga resmi sekitar Rp15 jutaan. Kamera ini tetap menghadirkan kualitas optik Sigma dengan harga lebih ramah kantong. Terakhir, Sigma fpX Limited Edition 2026 menjadi varian eksklusif dengan desain retro modern, finishing metalik, dan lensa kit Art Series 35mm f/1.4. Kamera ini diproduksi terbatas dan ditujukan bagi kolektor maupun videografer premium. Kesembilan model ini menunjukkan strategi Sigma dalam menghadirkan kamera untuk semua segmen: fp III dan fp III-L untuk compact premium, fpX Pro dan Cine Edition untuk profesional, fp Compact dan fpX Lite untuk entry-level, fp Hybrid untuk kreator konten, fp Studio untuk produksi profesional, serta fpX Limited Edition untuk kolektor. Harga resmi di Indonesia berkisar antara Rp15 juta hingga Rp45 juta, menjadikannya kompetitif di kelas mirrorless premium. Sigma berhasil menghadirkan lini kamera mirrorless terbaru di 2026 yang tetap mempertahankan ciri khas optik tajam, namun kini dibalut dengan teknologi video mutakhir. Bagi videografer profesional, fpX Pro dan Cine Edition menjadi pilihan utama; bagi kreator konten, fp Hybrid dan fp III adalah opsi terbaik; sementara bagi pemula, fp Compact dan fpX Lite tetap relevan. Dengan strategi ini, Sigma semakin dicari di Indonesia sebagai brand kamera mirrorless premium dengan kualitas sinematik.