JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Kabar mengejutkan datang dari raksasa teknologi asal Taiwan, Asus. Sepanjang tahun 2026, perusahaan ini dikabarkan tidak akan meluncurkan varian ponsel pintar terbaru ke pasaran global. Hal ini menjadikan seri Zenfone 12 Ultra, yang telah dirilis pada Februari 2025 lalu, berpotensi menjadi produk terakhir dari lini smartphone mereka untuk sementara waktu. Langkah ini tentu menjadi sorotan tajam di industri gawai, mengingat Asus memiliki basis penggemar yang cukup loyal, terutama di segmen ponsel compact dan gaming. Keputusan strategis ini mematahkan ekspektasi publik yang sebelumnya menantikan kehadiran generasi penerus, seperti Zenfone 14 Ultra atau seri andalan bagi para gamers, ROG Phone 10. Hingga memasuki awal tahun, belum terlihat adanya tanda-tanda kampanye pemasaran atau bocoran spesifikasi yang biasanya mendahului peluncuran produk flagship. Absennya Asus di pasar ponsel tahun ini menandai perubahan arah kebijakan perusahaan yang cukup signifikan. Fokus Bisnis Beralih ke PC Berdasarkan data dan analisis pasar yang beredar, alasan utama di balik keputusan Asus untuk menahan peluncuran ponsel baru adalah tren penjualan yang terus mengalami penurunan. Divisi seluler Asus dinilai menghadapi tantangan berat di tengah persaingan pasar smartphone yang semakin jenuh dan kompetitif. Kondisi ini berbanding terbalik dengan divisi komputer dan laptop mereka. Produk PC Asus justru menunjukkan performa penjualan yang solid, stabil, dan terus menguasai pangsa pasar yang signifikan di berbagai negara. Melihat disparitas performa tersebut, manajemen Asus disinyalir memilih langkah pragmatis dengan merealokasi sumber daya dan investasi mereka. Fokus perusahaan kini disebut-sebut akan dititikberatkan pada pengembangan inovasi di sektor perangkat komputer yang terbukti lebih menguntungkan dan memiliki permintaan pasar yang tinggi. Nasib Pengguna Lama Meski tidak ada peluncuran perangkat keras baru tahun ini, Asus memastikan bahwa mereka tidak akan menelantarkan konsumen yang sudah memiliki produk mereka. Perusahaan tetap berkomitmen penuh untuk memberikan layanan purna jual. Hal ini mencakup jaminan ketersediaan pembaruan perangkat lunak (software update), tambalan keamanan (security patch), serta layanan klaim garansi yang akan terus berjalan normal tanpa gangguan. Bagi komunitas mobile gaming, kabar kemungkinan batalnya perilisan ROG Phone 10 tentu menjadi kekecewaan tersendiri. Namun, langkah efisiensi ini dinilai sebagai strategi bertahan yang logis bagi Asus untuk menjaga kesehatan finansial perusahaan di tengah dinamika ekonomi teknologi global.