JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Industri smartphone kembali diramaikan dengan bocoran perangkat flagship generasi berikutnya dari Xiaomi. Informasi yang beredar dari tipster teknologi @DigitalChatStation menyebut Xiaomi tengah menyiapkan ponsel layar besar dengan kombinasi teknologi yang belum pernah hadir di pasar: baterai silicon-carbon 8.500 mAh, chipset fabrikasi 2 nanometer, dan sistem kamera modular. Perangkat yang dimaksud diyakini sebagai Xiaomi 18 Pro Max. Ponsel ini disebut akan meluncur lebih dulu di China sebelum menyusul ke pasar global pada 2026. Baterai Silicon-Carbon 8.500 mAh, Fokus pada Daya Tahan Sorotan utama bocoran ini ada pada kapasitas baterainya. Xiaomi 18 Pro Max disebut membawa baterai dengan kapasitas awal angka “8”, dengan target mencapai sekitar 8.500 mAh. Kapasitas tersebut dimungkinkan berkat penggunaan teknologi silicon-carbon battery, yang memiliki kepadatan energi lebih tinggi dibanding baterai lithium konvensional. Artinya, kapasitas besar bisa dicapai tanpa membuat bodi ponsel menjadi tebal. Sebagai perbandingan, generasi sebelumnya disebut berada di kisaran 7.500 mAh. Jika benar terealisasi, Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menjadi salah satu flagship dengan daya tahan baterai paling lama di kelasnya. Meski kapasitasnya besar, perangkat ini tetap dikabarkan mendukung pengisian cepat 100W via kabel serta wireless charging. Chipset 2nm dari Qualcomm, Lompatan Besar Performa dan Efisiensi Di sektor performa, Xiaomi 18 Pro Max disebut akan ditenagai chipset terbaru dari Qualcomm, yakni Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro, yang diproduksi dengan proses fabrikasi 2nm oleh TSMC. Teknologi 2nm ini diyakini membawa peningkatan signifikan dalam efisiensi daya dan performa komputasi, terutama untuk pemrosesan AI, fotografi komputasional, dan gaming berat. Bocoran teknis menyebut adanya dua varian silikon dengan dukungan memori LPDDR6 dan LPDDR5X, serta peningkatan kemampuan GPU untuk kebutuhan grafis intensif. Jika spesifikasi ini akurat, Xiaomi 18 Pro Max akan menjadi salah satu smartphone pertama yang mengadopsi chipset 2nm di industri. Kamera 200MP SmartSens dan Konsep Modular Di sektor kamera, Xiaomi dikabarkan mengambil langkah berbeda. Varian Pro Max disebut tidak lagi menggunakan sensor dari Sony, melainkan sensor terbaru 200MP SmartSens LOFIC 3.0. Sensor ini akan dipadukan dengan lensa periskop serta dukungan aksesori kamera modular seperti: ● Magnetic lens attachment ● Snap-on teleconverter Pendekatan ini membuka kemungkinan penggunaan aksesori optik tambahan layaknya kamera profesional, sesuatu yang masih sangat jarang ditemui di smartphone. Fitur “Magic Back Screen” dan HyperOS 4 Selain sektor utama di atas, Xiaomi 18 Pro Max juga disebut akan membawa fitur “Magic Back Screen”, yakni layar belakang berbasis AI yang dapat menampilkan informasi interaktif. Perangkat ini juga akan langsung menjalankan HyperOS 4 saat dirilis, sistem operasi terbaru Xiaomi yang dirancang untuk integrasi AI dan ekosistem perangkat pintar. Perkiraan Harga Tembus US$1.300 Dengan kombinasi teknologi baterai baru, chipset 2nm, dan sistem kamera modular, analis pasar memprediksi Xiaomi 18 Series akan memasuki rentang harga flagship baru di kisaran US$1.300 atau sekitar Rp20,8 juta. Seperti pola peluncuran flagship Xiaomi sebelumnya, seri ini diperkirakan debut eksklusif di China sebelum menyusul versi global beberapa bulan kemudian. Sejumlah laporan awal yang merangkum bocoran ini juga sempat dibahas oleh Detak.Media dalam ulasan teknologinya terkait potensi penggunaan baterai silicon-carbon dan chipset generasi baru pada flagship Xiaomi berikutnya. Jika seluruh bocoran ini terealisasi, Xiaomi 18 Pro Max berpotensi menjadi salah satu lompatan teknologi terbesar di pasar smartphone dalam beberapa tahun terakhir.