GUANGZHOU - Perusahaan roket komersial Tiongkok, CAS Space, menjalin kerja sama dengan Guangzhou Laboratory untuk melakukan penelitian dan pengembangan bersama di bidang muatan (payload) farmasi luar angkasa. Kolaborasi tersebut mencakup rencana validasi penerbangan suborbital menggunakan wahana antariksa reusable pada 2027. CAS Space menyebut kelompok muatan pertama akan diterbangkan menggunakan wahana peluncur reusable Lihong-2. Dalam misi tersebut akan dilakukan eksperimen kristalisasi protein dan obat molekul kecil, sekaligus pengujian awal teknologi peralatan farmasi luar angkasa. Laboratorium yang berbasis di Guangzhou itu selama ini berfokus pada penelitian penyakit pernapasan beserta upaya pencegahan dan pengendaliannya. Dalam kerja sama tersebut, Guangzhou Laboratory bertanggung jawab merumuskan pertanyaan ilmiah terkait kristalisasi obat, menyusun desain eksperimen, mengelola sampel, melaksanakan eksperimen pembanding di darat, serta menganalisis hasil penelitian. Peneliti utama Guangzhou Laboratory Xu Qiang mengatakan dunia kedokteran modern membutuhkan data struktural dengan kualitas lebih tinggi, bentuk kristal obat yang lebih stabil, model penyakit yang lebih mendekati kondisi tubuh manusia, serta metode skrining yang lebih efisien. Menurut dia, lingkungan luar angkasa dapat membuka peluang baru untuk menjawab kebutuhan tersebut. Xu menjelaskan kondisi mikrogravitasi memungkinkan sejumlah protein membentuk kristal dengan kualitas yang lebih baik. Lingkungan itu juga dapat dimanfaatkan untuk skrining bentuk kristal serta pengendalian partikel obat molekul kecil melalui pendekatan eksperimen yang berbeda. Selain itu, sel dalam kondisi mikrogravitasi dinilai lebih mudah membentuk agregat tiga dimensi (3D), yang dapat digunakan untuk mempelajari mekanisme penyakit maupun respons terhadap obat. CAS Space menyatakan wahana antariksa seri Lihong dikembangkan untuk mendukung penelitian kedokteran luar angkasa, eksperimen biomedis, manufaktur luar angkasa, hingga pariwisata luar angkasa. Pada Januari tahun ini, Lihong-1 berhasil menyelesaikan misi uji penerbangan suborbital di wilayah barat laut Tiongkok. "Wilayah antariksa dekat pada ketinggian 100 hingga 200 kilometer merupakan lingkungan eksperimen yang ideal bagi penelitian mikrogravitasi seperti manufaktur luar angkasa dan biomedis," ujar Wakil Presiden CAS Space Fan Na. Berdasarkan konsep tersebut, CAS Space telah membentuk laboratorium kedokteran luar angkasa bersama sebuah rumah sakit. Fan mengatakan fasilitas tersebut memungkinkan data penelitian dibawa kembali dengan cepat sehingga proses pengembangan obat baru dapat dipercepat. "Laboratorium ini dapat membawa pulang data dengan cepat, sehingga mempercepat pengembangan obat baru," imbuh Fan. Farmasi luar angkasa saat ini menjadi salah satu sektor yang berkembang dalam ekonomi luar angkasa. Bidang tersebut tumbuh bersama sektor lain seperti pemuliaan luar angkasa, pengolahan material luar angkasa, internet satelit, dan pariwisata luar angkasa. Menurut laporan Forum Ekonomi Dunia, nilai ekonomi luar angkasa diperkirakan meningkat dari 630 miliar dolar AS (1 dolar AS = Rp17.877) pada 2023 menjadi 1,8 triliun dolar AS pada 2035. Sementara itu, Goldman Sachs dan sejumlah lembaga lainnya memperkirakan nilai ekonomi luar angkasa dapat mencapai beberapa triliun dolar AS dalam dua dekade mendatang.