JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perkembangan teknologi membuat cara perusahaan menjalankan bisnis ikut berubah. Kegiatan yang sebelumnya dilakukan secara manual sekarang banyak dilakukan dengan bantuan sistem digital. Mulai dari mencatat transaksi, mengatur stok, melayani pelanggan, sampai membuat laporan, semuanya dapat melibatkan teknologi informasi. Perubahan tersebut membuat informasi menjadi bagian penting dalam kegiatan bisnis. Perusahaan tidak hanya membutuhkan produk yang dapat dijual, tetapi juga membutuhkan informasi yang dapat membantu memahami kondisi usaha dan menentukan langkah berikutnya. Persaingan Bisnis Kini Bukan Hanya Soal Produk Persaingan bisnis saat ini tidak hanya berkaitan dengan harga dan kualitas produk. Kecepatan dalam memberikan pelayanan dan memahami kebutuhan konsumen juga menjadi bagian dari kegiatan usaha. Sebagai contoh, sebuah toko yang masih mencatat persediaan secara manual akan membutuhkan waktu lebih lama ketika ingin mengetahui jumlah barang yang tersedia. Berbeda dengan toko yang sudah menggunakan sistem pencatatan digital. Informasi mengenai stok dapat dilihat dengan lebih cepat selama data dalam sistem diperbarui dengan baik. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa informasi bukan hanya digunakan untuk membuat laporan. Informasi juga berkaitan dengan kegiatan sehari-hari dan pelayanan yang diberikan kepada konsumen. Ekonomi Digital Membuat Bisnis Harus Beradaptasi Perkembangan ekonomi digital ikut mendorong perubahan tersebut. Berdasarkan laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain & Company, ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai US$99 miliar dalam nilai GMV pada 2025, naik sekitar 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan layanan digital. Masyarakat menggunakan berbagai layanan berbasis internet untuk berbelanja, melakukan pembayaran, mencari informasi, hingga memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bagi pelaku usaha, perubahan kebiasaan konsumen tersebut membuat pengelolaan informasi menjadi semakin penting. Data mengenai transaksi dan aktivitas konsumen dapat membantu perusahaan memahami kondisi bisnisnya. Dari Data Menjadi Informasi untuk Bisnis Sistem Informasi Manajemen atau SIM merupakan sistem yang membantu mengumpulkan, mengolah, menyimpan, dan menyampaikan informasi yang dibutuhkan dalam kegiatan organisasi. Dalam kegiatan bisnis, informasi dapat berasal dari berbagai aktivitas. Transaksi penjualan, persediaan barang, laporan keuangan, hingga data pelanggan dapat menjadi sumber informasi bagi perusahaan. Namun, memiliki banyak data saja belum tentu cukup. Data perlu diolah agar dapat digunakan. Misalnya, data penjualan dapat menunjukkan produk yang paling banyak dibeli, waktu transaksi yang ramai, atau perubahan jumlah penjualan dari waktu ke waktu. Informasi tersebut kemudian dapat digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan. Dengan begitu, keputusan bisnis tidak hanya didasarkan pada perkiraan, tetapi juga dapat mempertimbangkan data yang tersedia. Hal tersebut sejalan dengan penelitian Gregory Vial yang diterbitkan dalam The Journal of Strategic Information Systems pada 2019. Penelitian tersebut membahas transformasi digital dan menunjukkan bahwa perubahan digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan teknologi baru, tetapi juga dapat mengubah cara organisasi menjalankan kegiatan dan menciptakan nilai. Sistem yang Terhubung Membantu Kegiatan Bisnis Salah satu manfaat sistem informasi dapat terlihat dari hubungan antara berbagai bagian dalam perusahaan. Bagian penjualan, persediaan, keuangan, dan pengiriman membutuhkan informasi yang saling berkaitan. Misalnya, ketika terjadi transaksi, data penjualan dapat digunakan untuk memperbarui persediaan. Informasi transaksi kemudian dapat masuk ke pencatatan keuangan. Jika barang harus dikirim, informasi pesanan juga dapat diteruskan ke bagian yang menangani proses pengiriman. Jika informasi antarbagian dapat terhubung dengan baik, pekerjaan menjadi lebih teratur. Sebaliknya, apabila setiap bagian menyimpan data secara terpisah dan tidak diperbarui secara rutin, kemungkinan terjadinya perbedaan informasi dapat semakin besar. Penelitian yang diterbitkan dalam Technovation pada 2023 juga membahas hubungan antara adopsi teknologi digital dan kinerja perusahaan berdasarkan sejumlah studi empiris. Hasil penelitian tersebut menunjukkan adanya hubungan positif antara penggunaan teknologi digital dengan berbagai aspek kinerja perusahaan, termasuk inovasi dan efisiensi operasional. Digitalisasi Tidak Hanya untuk Perusahaan Besar Penggunaan sistem informasi tidak selalu berarti perusahaan harus menggunakan teknologi yang rumit dan mahal. Bisnis dengan skala kecil juga dapat memanfaatkan teknologi sesuai dengan kebutuhannya. Contohnya, pemilik usaha dapat menggunakan aplikasi kasir untuk mencatat transaksi atau menggunakan spreadsheet untuk memantau persediaan. Data sederhana tersebut sudah dapat membantu pemilik usaha mengetahui kondisi penjualan dan stok. Pemanfaatannya pun bisa disesuaikan dengan masalah yang dihadapi. Jika masalah utamanya adalah pencatatan transaksi, sistem kasir dapat menjadi salah satu pilihan. Jika masalahnya adalah pengelolaan persediaan, sistem pencatatan stok dapat lebih dibutuhkan. Dengan cara tersebut, penggunaan teknologi tidak hanya dilakukan karena mengikuti tren, tetapi karena memang ada kebutuhan yang ingin diselesaikan. Teknologi Harus Menjawab Kebutuhan Bisnis Digitalisasi juga tidak berarti semua kegiatan harus langsung menggunakan teknologi terbaru. Sebelum memilih sistem, perusahaan perlu mengetahui masalah yang ingin diselesaikan. Pertanyaan seperti apa masalah yang paling sering terjadi, bagian mana yang membutuhkan waktu paling lama, serta informasi apa yang dibutuhkan untuk mengambil keputusan dapat menjadi pertimbangan sebelum menerapkan sistem baru. Hal tersebut penting karena teknologi yang baik tetap membutuhkan proses kerja yang jelas. Jika masalah dalam proses kerja belum dipahami, penggunaan sistem baru belum tentu langsung menyelesaikan persoalan. Bukan Sekadar Cepat, tetapi Tepat Perkembangan teknologi membuat bisnis dapat mengolah informasi dalam waktu yang semakin cepat. Namun, kecepatan bukan satu-satunya hal yang dibutuhkan. Informasi yang digunakan dalam mengambil keputusan juga harus sesuai dengan kebutuhan dan diperbarui secara berkala. Kesalahan data dapat menyebabkan keputusan yang diambil juga kurang tepat. Karena itu, sistem informasi manajemen tidak hanya berfungsi sebagai alat untuk menyimpan data. Sistem tersebut dapat menjadi bagian dari kegiatan perusahaan dalam mengelola operasional, memahami kondisi usaha, dan mendukung proses pengambilan keputusan. Pada akhirnya, perkembangan bisnis digital membuat perusahaan perlu beradaptasi dengan cara kerja yang semakin bergantung pada informasi. Teknologi memang dapat membantu mempercepat berbagai kegiatan, tetapi manfaatnya tetap bergantung pada bagaimana sistem tersebut digunakan.