JAKARTA,NETRALNEWS.COM - Mantan Anggota DPR RI periode 2014–2024 Nurhayati Effendi mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengevaluasi Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana setelah dinilai tidak mampu menjelaskan secara rinci laporan anggaran saat rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI beberapa waktu lalu. Nurhayati menilai, sikap Widiyanti yang tampak kebingungan ketika menjawab pertanyaan anggota dewan terkait ketidaksesuaian angka dalam laporan kementerian menunjukkan adanya persoalan dalam kapasitas kepemimpinan di kementerian tersebut. “Karena yang dinilai bukan sekadar soal rapat, tapi soal kapasitas menteri dalam menguasai anggaran, menjelaskan prioritas, dan mempertanggungjawabkan kebijakan kepada publik,” kata Nurhayati kepada wartawan di Jakarta, Minggu (12/4). Dalam rapat tersebut, Menpar Widiyanti disebut tidak mampu menjelaskan secara rinci dasar perhitungan sejumlah pos anggaran, khususnya terkait tugas pembantuan dan pemasaran. Situasi semakin menjadi sorotan ketika jajaran internal kementerian, termasuk biro perencanaan, juga tidak dapat memberikan angka pasti saat dimintai klarifikasi. Menurut Nurhayati, kondisi tersebut menjadi catatan serius mengingat seorang menteri seharusnya memahami penuh arah kebijakan dan pengelolaan anggaran kementerian yang dipimpinnya. Ia menegaskan, evaluasi terhadap kinerja Menpar perlu dilakukan secara objektif dan menyeluruh demi memastikan sektor pariwisata dipimpin oleh sosok yang memiliki kesiapan serta kapasitas kuat. “Ya, saya kira evaluasi perlu. Tetapi evaluasinya harus objektif, menyeluruh, dan berorientasi pada perbaikan kinerja,” ujarnya. Nurhayati menilai sektor pariwisata merupakan salah satu sektor strategis yang tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian nasional. Oleh sebab itu, dibutuhkan pemimpin yang benar-benar mampu mengoptimalkan potensi tersebut. “Yang dibutuhkan sektor pariwisata saat ini bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi pemimpin yang betul-betul mampu menggerakkan sektor ini secara maksimal,” katanya. Menurut dia, sektor pariwisata tidak hanya berbicara soal destinasi wisata, tetapi juga berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat, mulai dari pelaku usaha hotel, restoran, transportasi, hingga pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). “Pariwisata itu soal perut rakyat. Ada hotel, restoran, sopir, UMKM, dan banyak sektor lain yang bergantung di dalamnya. Jadi sektor ini sangat penting bagi ekonomi nasional dan sangat terasa manfaatnya di daerah,” tutur Nurhayati. Ia menambahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional tercatat mencapai 4,67 persen pada 2023. Sementara devisa sektor pariwisata pada 2025 diproyeksikan mencapai US$18,91 miliar. Karena itu, Nurhayati mempertanyakan capaian target sektor pariwisata di bawah kepemimpinan Widiyanti, termasuk peningkatan jumlah wisatawan domestik dan mancanegara, kontribusi terhadap PDB, serta devisa negara. “Sekarang bagaimana capaiannya? Apakah berjalan ke arah target atau malah mundur?” kata dia.