MALANG - Muhammad Raynan Rizky Akbar merupakan salah satu aktivis figur mahasiswa menonjol dalam dinamika pergerakan di Malang Raya dalam beberapa tahun terakhir. Lahir di Malang pada 9 April 2005, Raynan dikenal sebagai mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya yang secara konsisten menggabungkan dunia akademik dengan kerja-kerja advokasi sosial dan gerakan mahasiswa. Di tengah padatnya aktivitas perkuliahan kedokteran, Raynan memilih terlibat langsung dalam ruang publik. Ia berpandangan mahasiswa kedokteran tidak bisa sepenuhnya berjarak dari persoalan pendidikan, demokrasi, dan keadilan sosial. Menurutnya, kebijakan negara yang tidak berpihak pada rakyat akan berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat, termasuk pada sektor kesehatan. Biodata Nama lengkap : Muhammad Raynan Rizky Akbar Tempat, tanggal lahir : Malang, 9 April 2005 Pendidikan : Mahasiswa Program Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya Bidang minat : Kedokteran, kesehatan masyarakat, advokasi kebijakan, gerakan mahasiswa Riwayat jabatan * Menteri Aksi, Kajian, dan Propaganda Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (2025-2026) * Pendiri dan Pimpinan NGO Aktivis Indonesia (2023-sekarang) * Koordinator Pusat Lingkar Kastrat Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (2025-2026) * Koordinator Pusat Lingkar Kastrat Medical Complex Universitas Brawijaya (2025-2026) * Koordinator Indonesian Medical Kastrat Alliance ISMKI Kontingen Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (2025-2026) * Anggota Amnesty International Indonesia (2025-sekarang) * Anggota Greenpeace Indonesia (2025-sekarang) * Anggota Aliansi Suara Rakyat/ ASURO (2025-sekarang) * Anggota Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat FK UB/ HMI FK UB (2024-sekarang) Figur Sentral Pergerakan Mahasiswa Di usia yang masih muda, Muhammad Raynan Rizky Akbar telah menempatkan dirinya sebagai figur sentral dalam pergerakan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya dan Malang Raya. Konsistensinya dalam memimpin aksi, mengoordinasikan massa, membangun organisasi, serta meraih pengakuan internal fakultas menjadikannya salah satu aktor penting dalam lanskap aktivisme mahasiswa saat ini.