JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Transformasi digital di sektor ritel dan properti Indonesia semakin nyata. Pengunjung Kuningan City Mall, Jakarta, kini disambut oleh inovasi terbaru berupa robot layanan pelanggan (customer service) berbentuk humanoid yang ditenagai oleh Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini dihadirkan oleh PT Alfabeta Solusi Nusantara, bagian dari Centrepark Group, bertepatan dengan momen perayaan ulang tahun pusat perbelanjaan tersebut. Kehadiran robot ini bukan sekadar pemanis visual, melainkan asisten cerdas yang fungsional. Robot ini dirancang untuk memberikan informasi lengkap, mulai dari daftar tenant, lokasi fasilitas umum, hingga panduan arah navigasi di dalam gedung. Otak Cerdas di Balik Robot Kecanggihan robot ini terletak pada "otak" digital yang dikembangkan secara lokal oleh Alfabeta. Yuri Ardila, Chief Technology Officer (CTO) PT Alfabeta Solusi Nusantara, menjelaskan bahwa sistem ini menggabungkan berbagai cabang teknologi mutakhir untuk menciptakan pengalaman pengguna yang mulus. "Teknologi AI CS Robot ini menggabungkan artificial intelligence, computer vision, dan natural language processing (NLP) untuk menghadirkan interaksi yang natural dan informatif," ujar Yuri dalam keterangannya di Jakarta. Berkat teknologi Computer Vision, robot dapat "melihat" dan mengenali lingkungan sekitarnya. Sementara itu, NLP memungkinkan robot untuk memahami dan memproses bahasa manusia, sehingga percakapan antara pengunjung dan robot terasa lebih luwes, tidak kaku seperti mesin konvensional pada umumnya. Mendukung Analitik dan Skalabilitas Selain fitur interaksi dasar, robot layanan ini juga dilengkapi dengan kemampuan multi-bahasa dan integrasi kamera. Ke depannya, sistem ini siap dikembangkan lebih jauh untuk mendukung personalisasi layanan serta menyediakan data analitik operasional yang berguna bagi manajemen mal. Pihak pengembang menegaskan komitmennya untuk terus menciptakan solusi AI yang aplikatif dan scalable (dapat diperbesar skala penggunaannya). Langkah ini diharapkan menjadi pemicu percepatan transformasi digital tidak hanya di sektor ritel, tetapi juga properti dan fasilitas publik lainnya di Indonesia.