JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) ke-77, Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) menyelenggarakan "Sehat Berkebaya". Acara akan diisi dengan menari dan jalan santai. Acara diselenggarakan pada Minggu (7/8/2022), dimulai pukul 6.30 WIB. Dimulai dari FX Sudirman sampai ke Bundaran HI. Menariknya, Komunitas PBI akan jalan santai dengan pakaian tradisional Indonesia, yakni kebaya. Mereka akan mengenakan kebaya berwarna putih dan kain bernuansa merah. Selain menyambut Hari Kemerdekaan RI, Komunitas PBI juga menggelorakan semangat "Kebaya Goes to UNESCO". Komunitas PBI dengan semangat mendukung upaya pendaftaran kebaya ke UNESCO sebagai warisan budaya yang akan diajukan secara bersama-sama dengan Malaysia, Singapura, dan Brunei. Sebelumnya PBI bergerak dengan harapan kebaya terdaftar sebagai warisan budaya tak benda asal Indonesia. "Bagaimana pun tujuan kita adalah melestarikan kebaya sebagai warisan budaya berbusana para leluhur. Bahwa kebaya juga dipakai oleh perempuan-perempuan dari negara lain, tidak bisa kita nafikan kenyataan itu," kata Ketua Umum PBI Rahmi Hidayati, seperti dalam keterangan tertulisnya. Direktur Pelindungan Kebudayaan Irini Dewi Wanti menjelaskan, berbagai dokumen pendukung segera disiapkan karena bulan Oktober sudah harus dikirim ke Sekretariat Intangible Cultural Heritage (ICH). Untuk itu pemerintah akan membentuk tim penyusunan naskah yang disebut dossier, yang terdiri dari beberapa ahli yang secara akademis maupun teknis memahami kebaya. "Perlu disiapkan juga komponen pendukung seperti foto, film dokumenter dan dokumen lainnya yang memperkuat penjelasan yang tertuang di dalam naskah. Peran komunitas-komunitas pemerhati budaya, terutama kebaya, menjadi sangat penting," ujar Irini. Untuk mendukung proses pendaftaran tersebut, PBI akan bergerak guna mendata sebaran pemakaian kebaya di Indonesia, jenis-jenis kebaya dan komunitas-komunitas yang aktif menjaga warisan budaya berkebaya. Beberapa akademisi bidang budaya memang bergabung di organisasi ini, baik menyangkut busana daerah, busana kebaya, maupun pengkaji naskah-naskah kuno. "Kami memang tidak bisa bergerak sendiri dalam hal ini. Perlu bergandengan tangan dengan komunitas-komunitas lain yang juga memiliki kecintaan dan perhatian pada pelestarian budaya," ujarnya. Dia juga menambahkan bahwa saat ini PBI juga berkolaborasi dengan berbagai lembaga baik di bidang tekhnologi informasi maupun komunitas pelestari budaya. Bersama berbagai organisasi pendukung, PBI bergerak dengan slogan Kebaya Goes To UNESCO yang gaungnya sudah menyebar ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri. Hal ini menunjukkan bahwa kecintaan pada kebaya sebagai busana nenek moyang luar biasa besarnya. Ke depan, PBI akan membantu mempersiapkan berbagai berkas yang diperlukan dalam proses pendaftaran ke UNESCO dengan mengikuti format yang sudah ditentukan. Kesiapan PBI ini antara lain karena sudah bergandengan dengan teman-teman yang bergerak untuk mendaftarkan Pencak Silat ke UNESCO.