JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Politikus Partai Ummat, Mustofa Nahrawardaya menyindir ketidak adilan dalam menangani pemuka agama Islam yang melakukan pelecehan seksual dan dituntut hukuman mati namun hal ini tak terjadi di pemimpin agama Katolik. Selain menyindir, Mustofa juga menyajikan tautan berita tentang Paus emeritus Benediktus XVI tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap para pemuka agama yang melakukan pelecehan seksual di beberapa wilayah Jerman, yang dirilis Kumpara.com “Padahal di Indonesia, pemuka agama peleceh seksual dituntut hukuman mati. Tapi pemuka Agama Islam ya,” kata Mustofa Nahrawardaya menggelitik publik melalui akun Twitternya, Jumat 21 Januari 2022. Seperti tertuang dalam catatan Kumparan dari Reuters, diberitakan Paus emeritus Benediktus XVI tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap para pemuka agama yang melakukan pelecehan seksual di beberapa wilayah Jerman. Laporan tersebut diungkap firma hukum dari Munich Jerman, Westpfahl Spilker Wastl (WSW). Menurut laporan mereka Benediktus XVI gagal mengambil tindakan yang sepatunya dilakukan terhadap kasus pelecehan seksual di gereja, saat masih bertugas Uskup Agung di Munich pada periode 1977 sampai 1982. Laporan yang diungkap oleh WSW pada Kamis (20/1/2022) itu merupakan permintaan dari Keuskupan Agung Munich dan Freising. Mereka diminta untuk menginvestigasi apakah gereja menangani kasus kekerasan seksual secara benar atau tidak. Hasil laporan WSW, dari periode 1945 sampai 2019 telah terjadi 497 kasus pelecehan seksual. Mayoritas korban adalah bocah laki-laki atau pria. Salah satu pengacara WSW menduga kasus sebenarnya ada di lapangan lebih banyak dari laporan yang ada. Namun, kasus-kasus itu belum terlaporkan. Atas keluarnya laporan WSW, Paus Emeritus Benediktus kini dalam sorotan tajam. Dugaan bahwa Benediktus XVI gaga mengatasi dan bertindak muncul ke permukaan. Salah seorang pengacara penyusun laporan, Martin Pusch, bahkan menulis Paus Emeritus Benediktus tidak melakukan apa-apa terhadap empat kasus pelecehan yang diduga diketahuinya. "Kami mencapai konsensus bahwa ada kegagalan untuk bertindak," ucap Pusch seperti dikutip dari Reuters. WSW dalam laporannya sempat mewawancarai Benediktus XVI. Pria bernama asli Joseph Ratzinger tegas membantah segala tuduhan yang dialamatkan kepadanya. Benediktus XVI mundur dari jabatan Paus pada 2013 lalu. Pria yang saat ini berusia 94 tahun ini kemudian memilih tetap tinggal di Vatikan. Salah seorang kerabat Bendiktus XVI Uskup Agung Georg Gänswein, memastikan laporan itu sudah dilihat sang Paus emeritus. Beberapa hari ke depan Paus emeritus Benediktus XVI akan memberikan pernyataan. "Paus emeritus, seperti yang sering dilakukan saat menjabat sebagai Paus, mengungkapkan keterkejutannya dan rasa malu atas pelecehan terhadap anak di bawah umur oleh pemuka. Beliau berdoa untuk para korban," kata Ganswein.