BALIKPAPAN, NETRALNEWS.COM – PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA), emiten gas industri yang dikenal bergerak di bidang perdagangan besar bahan kimia anorganik, resmi mengumumkan langkah ekspansi strategis ke sektor konstruksi dan pengolahan limbah berkelanjutan. Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Perseroan untuk memperkuat ekosistem bisnis gas industri melalui pemanfaatan hasil samping produksi acetylene (limbah karbid) menjadi bahan bangunan bernilai tambah. Direktur Utama SBMA, Rini Dwiyanti, menegaskan ekspansi ini bukan sekadar perluasan bisnis, tetapi transformasi menuju model industri berkelanjutan. “Diversifikasi ini memperkuat fondasi bisnis gas industri kami, sekaligus membuka peluang baru yang mendukung efisiensi dan keberlanjutan operasi,” ujar Rini di Balikpapan. Rencana penambahan kegiatan usaha ini telah dinyatakan layak berdasarkan hasil studi kelayakan Kantor Jasa Penilai Publik independen, dan akan dimintakan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB pada 10 November 2025. Langkah tersebut diumumkan melalui keterbukaan informasi pada 2 Oktober 2025, sebagai pemenuhan Peraturan OJK Nomor 17/POJK.04/2020. Dalam rencana barunya, SBMA akan menambah tujuh Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) baru yang mencakup industri bahan bangunan, perdagangan besar, pengelolaan limbah berbahaya (B3), hingga transportasi bahan khusus. Perluasan ini dinilai strategis, mengingat meningkatnya permintaan jasa konstruksi dan pengelolaan limbah di Kalimantan Timur, terutama dalam mendukung pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. “SBMA punya first mover advantage sebagai anak daerah. Kami siap menangkap peluang nasional, bukan hanya menjadi pelengkap proyek IKN,” tegas Rini. Langkah diversifikasi ini juga memperkuat posisi SBMA dalam rantai industri hijau nasional. Produksi material bangunan dari limbah karbid diharapkan menjadi contoh nyata penerapan ekonomi sirkular—mengubah limbah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus ramah lingkungan. Dari sisi pasar, struktur pemegang saham SBMA tetap stabil tanpa perubahan signifikan. Berdasarkan laporan registrasi pemegang efek per September 2025, jumlah investor meningkat menjadi 3.615, naik dari 3.469 pada bulan sebelumnya, mencerminkan optimisme terhadap arah strategis perusahaan. Dengan fondasi bisnis gas yang kuat dan dukungan pasar yang terus tumbuh, SBMA melangkah mantap menuju transformasi hijau—memperluas nilai ekonomi sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan Indonesia.