JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Atase Pendidikan KBRI Beijing Yudil Chatim berbagi kisah mengenyam pendidikan di Tiongkok. Dia kenang, pada tahun 2006 lalu memulai kuliah di Tiongkok, tepatnya di Wuhan. Yudil akui, ada begitu banyak berita negatif yang berseliweran di telinganya soal Tiongkok. Kesannya menakutkan, menduga akan kesulitan menemukan makanan halal, menduga akan sulit juga mencari tempat ibadah Masjid untuk salat dan lain-lain. “Kok menakutkan ya? (kuliah di Tiongkok). Tapi ternyata ketakutan itu terjadi karena informasi yang beredar dan diterima kurang lengkap informasinya,” ujar Yudil disela acara NNC Live, Senin (3/2/2025). Sesampainya di Wuhan, dia merasa bersyukur dan senang lantaran ada banyak restoran hingga warung-warung kecil yang menjual makanan halal, rasanya enak, harganya murah dan ramah di kantong mahasiswa. Soal ibadah juga tidak jadi masalah, karena ada Masjid bahkan ada makam sahabat Nabi Muhammad SAW di Guangzhou. Selain itu ada juga Masjid tertua yang berdiri di tanah tersebut. “Setelah tinggal di Wuhan, 180 derajat pikiran negatif saya berubah tentang Tiongkok,” katanya. Dugaan negatif dan pengalaman yang dialami, kini menjadi pelajaran berharga baginya. Yudil kini melanjutkan karier hingga anak pertamanya telah lulus di perguruan tinggi di Tiongkok, anak keduanya SMA di Beijing serta terjadi “karma baik”, akhirnya suka dengan Tiongkok. Lebih lanjut Yudil melihat bahwa Tiongkok memang mempercayai budaya Feng Shui dan Shio. Soal Feng Shui misalnya, digunakan juga untuk mengurus tata letak kota selain tata letak di rumah. Feng Shui diakui sebagai akar budaya yang jadi acuan hingga di dunia internasional. “Alhamdulillah saya dipaksa ke Tiongkok dan mendapatkan berkah. Harapan saya, pengalaman ini jadi pembelajaran bagi kita semua,” ujar dia.