JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Warga diimbau waspada terhadap hoaks link pendaftaran bansos PKH 2025 yang tengah beredar di media sosial. Sebuah unggahan di Facebook pada 16 Oktober 2025 menyebarkan tautan yang mengklaim sebagai pendaftaran resmi bantuan sosial melalui Telegram. Setelah ditelusuri, informasi tersebut tidak benar alias hoaks. Tautan yang dibagikan ternyata mengarah ke situs tidak resmi yang meminta data pribadi, seperti nama lengkap, nomor Telegram, dan identitas lainnya. Aktivitas ini diduga sebagai upaya penipuan atau phishing untuk mencuri data masyarakat Fakta di Balik Hoaks Link Bansos PKH 2025 Mengutip dari Liputan6.com, klaim link pendaftaran bansos PKH 2025 lewat Telegram tidak pernah dikeluarkan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Dalam artikel berjudul “Cek Bansos PKH BPNT, Simak Cara Periksa Status Penerima untuk Hindari Penipuan”, dijelaskan bahwa cara resmi untuk memeriksa status penerima bansos PKH dan BPNT hanya melalui dua kanal: 1. Situs web resmi Kemensos: https://cekbansos.kemensos.go.id 2. Aplikasi “Cek Bansos” yang tersedia di Play Store dan App Store. Selain dua jalur resmi tersebut, Kemensos tidak pernah menggunakan grup Telegram, WhatsApp, atau tautan media sosial untuk pendaftaran bansos. Cara Menghindari Hoaks dan Penipuan Bansos Masyarakat perlu lebih berhati-hati dan tidak mudah percaya pada tautan atau pesan yang mengatasnamakan pemerintah. Berikut langkah untuk menghindari hoaks bansos: •Pastikan informasi berasal dari situs atau akun resmi Kemensos. • Cek bansos hanya melalui laman atau aplikasi resmi. • Jangan bagikan data pribadi seperti NIK, nomor rekening, atau nomor HP ke situs yang tidak jelas. • Laporkan hoaks bansos atau tautan mencurigakan ke pihak berwenang atau kanal resmi Kominfo. Klaim adanya pendaftaran bansos PKH 2025 melalui Telegram adalah hoaks dan penipuan online. Tautan yang beredar bukan dari Kementerian Sosial dan berpotensi digunakan untuk mencuri data masyarakat. Kemensos menegaskan bahwa seluruh layanan bansos hanya dilakukan melalui situs resmi cekbansos.kemensos.go.id dan aplikasi Cek Bansos. Masyarakat diminta waspada terhadap informasi hoaks dan tidak mengklik tautan mencurigakan di media sosial.