JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Rasa penasaran orang untuk tahu masa depan, mendorong orang untuk mencari tahu ramalan nasib kepada orang-orang yang dianggap mampu membaca garis hidup seseorang. Entah kepada pembaca kartu tarot, atau kepada dukun. Sama seperti ramalan lainnya, ramalan melalui kartu sebenarnya sama saja mempercayai hal-hal yang dianggap gila. Mengapa dianggap gila? Berikut ini rahasianya. Kontak Batin Datang kepada seorang pembaca kartu tarot sama saja datang kepada dukun. Siapa pun yang datang kepada dukun untuk diramal, itu artinya dia menyerahkan hidupnya ke dalam tangan dukun. Seorang pembaca kartu tarot dengan kemampuan cenayangnya, memiliki kemampuan untuk melakukan kontak batin kepada orang yang datang kepadanya. Manusia terdiri dari tubuh, jiwa, dan roh. Secara metafisik, orang yang datang kepada pembaca kartu tarot atau dukun untuk diramal, rohnya dalam keadaan telanjang. Tidak ada jubah yang menutupi rohnya. Karena hal itulah, rohnya bisa ditembus melalui mata batin pembaca kartu tarot atau dukun. Dalam meramal nasib seseorang, sekalipun pembaca kartu tarut menggunakan ilmu pengetahuan yang bisa diterima akal sehat, ketika ia menggunakan kemampuan cenayangnya, ia bisa melakukan kontak batin kepada roh orang yang minta diramal. Roh pembaca kartu tarot atau dukun berbicara kepada roh orang yang diramal. Dari situlah pembaca kartu tarot, dukun tahu tentang orang yang diramal. Misalnya tahu tentang sakit yang diderita, kondisi keluarga, yang menjadi kecemasan, dan lain-lain. Di hadapan orang yang diramal, pembaca kartu tarot atau dukun cenderung membuat orang yang diramal percaya, terkesima dengan apa yang diketahuinya terkait orang yang diramal. Celakanya, orang yang minta diramal pasti percaya dengan perkataan dukun atau pembaca kartu tarot tersebut. Bahaya Diramal Ada bahayanya ketika seorang peramal atau pembaca kartu tarot meramal orang yang minta diramal. Dalam proses diramal terjadi transfer spirit dan karakter. Bila si pembaca kartu tarot, dukun memiliki spirit perusak, spirit tersebut akan transfer ke orang yang diramal. Demikian juga bila si pembaca kartu tarot, dukun memiliki karakter pemarah, karakter tersebut akan transfer kepada orang yang diramal. Bila orang hidupnya bergantung kepada pembaca kartu tarot, dukun, orang tersebut sebenarnya tidak percaya bahwa Tuhan yang mengatur hidupnya. Orang yang hidupnya bergantung pada dukun, termasuk pembaca kartu tarot, hidupnya tidak tenang, gelisah. Dalam diri orang tersebut, ada transfer spirit dan karakter yang memengaruhi kepribadian orang tersebut dan dapat merusak dirinya. (Yohana Sri W.)